Singaraja – Organisasi Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (Ormawa FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menunjukkan eksistensinya sebagai agen perubahan melalui serangkaian kegiatan nyata sepanjang tahun 2024 hingga 2025. Di tengah tuntutan akademik dan dinamika sosial yang terus berkembang, Ormawa FIP hadir dengan berbagai program unggulan yang tidak hanya mengasah kapasitas intelektual mahasiswa, tetapi juga menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap masyarakat. Salah satu kegiatan utama yang mendapat sorotan adalah BIMAPRES (Bincang Mahasiswa Berprestasi), sebuah program podcast inspiratif yang mengudara sejak Januari 2024 hingga Maret 2025. Melalui podcast ini, mahasiswa diberi ruang untuk berbagi cerita perjuangan, prestasi, dan nilai-nilai kehidupan yang mereka jalani, membuktikan bahwa suara mahasiswa dapat menjadi sumber inspirasi yang berdampak luas, bahkan tanpa harus tampil di panggung besar.
Tak kalah penting, FIP Inklusivisme menjadi gerakan yang mengedepankan nilai keberagaman dan kesetaraan dalam pendidikan. Kegiatan ini diselenggarakan pada 6 dan 7 November 2024 dengan menghadirkan narasumber dari luar negeri, yakni dari Taiwan. FIP Inklusivisme menghadirkan seminar internasional dan pameran inklusif yang melibatkan berbagai pihak lintas budaya, sebagai bentuk komitmen dalam memajukan pendidikan yang bermartabat dan merangkul semua kalangan. Kegiatan ini berhasil menarik perhatian sebanyak 120 peserta secara luring dan 250 peserta secara daring, mencerminkan antusiasme luas terhadap isu inklusivitas dalam pendidikan. Mahasiswa tidak hanya bertindak sebagai panitia, tetapi juga sebagai penggerak isu-isu inklusif dalam ranah akademik dan sosial.
Kontribusi mahasiswa FIP juga terlihat dalam kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk PEMUDI (Pengabdian Mahasiswa untuk Negeri), sebuah program intensif selama tiga hari di desa binaan. Di sana, mahasiswa hidup berdampingan dengan masyarakat, mengedukasi anak-anak, membantu warga, dan menggali nilai-nilai lokal yang kerap terlupakan. Melalui program ini, mahasiswa belajar bahwa perubahan tidak selalu lahir dari kota besar, tetapi bisa dimulai dari pelosok desa dengan aksi kecil yang konsisten. Selain itu, kegiatan Bakti Sosial HMJ IPPB menyasar panti asuhan dengan membawa bantuan dan pendampingan sosial. Walau terlihat sederhana, interaksi ini menjadi pengalaman yang menyentuh dan memperkaya empati mahasiswa terhadap sesama.
Dalam rangka memperingati usia ke-62 tahun, FIP Undiksha juga menggelar Baksos HUT FIP ke-62, yang berfokus pada aksi nyata dibanding sekadar selebrasi. Mahasiswa terjun langsung ke masyarakat, membagikan sembako, dan menyelenggarakan kegiatan kesehatan sederhana, menegaskan bahwa ulang tahun fakultas adalah momen berbagi, bukan hanya berpesta. Sementara itu, Bakti Sosial PRB XX, sebagai bagian dari program regenerasi organisasi, turut memberikan pengalaman menyatu dengan masyarakat secara langsung, melatih kepemimpinan dan kepekaan sosial generasi baru Ormawa.
Seluruh kegiatan ini tidak berjalan sendiri. Keterlibatan berbagai elemen Ormawa seperti BEM FIP, HMJ Pendas, dan HMJ IPPB membentuk sinergi yang kuat dan kompak. Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis aksi nyata, program-program tersebut membuktikan bahwa mahasiswa FIP Undiksha tidak hanya produktif dalam ruang diskusi, tetapi juga berani mengambil peran aktif di lapangan. Karya nyata ini adalah bentuk komitmen terhadap tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan karakter. Dengan semangat “Saat Aksi Bicara Lebih Keras dari Janji,” mahasiswa FIP terus berupaya menunjukkan bahwa perubahan dimulai dari langkah kecil yang konsisten, dan bahwa pendidikan sejati terwujud dalam keterlibatan langsung dengan kehidupan nyata Masyarakat.




