Singaraja – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata dan berdampak bagi masyarakat. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknologi Pendidikan di SD Negeri 1 Baktisraga, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng.
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa Teknologi Pendidikan dalam memberikan pelatihan kepada guru sekolah dasar, khususnya dalam hal pembuatan media pembelajaran yang mendukung pendidikan inklusif. Mengusung tema “Desain Pembelajaran dan Diferensiasi Learning Object Material (DLOM) untuk Optimalisasi Pendidikan Inklusif”, kegiatan ini berfokus pada peningkatan kapasitas guru dalam mendesain pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK).
Permasalahan yang dihadapi guru saat ini adalah minimnya pengetahuan dan pemahaman tentang kebutuhan khusus yang dimiliki siswa. Hal ini menyebabkan guru kerap mengalami kesulitan dalam merancang pembelajaran yang efektif dan inklusif, terutama dalam penyediaan Learning Object Material (LOM) yang sesuai. Kebutuhan akan media pembelajaran berdiferensiasi, baik dalam bentuk media sederhana, teks, gambar, audio, video, animasi, hingga multimedia menjadi hal yang mendesak untuk diatasi.
Pelatihan ini dirancang berbasis praktik langsung sehingga para guru mendapatkan pengalaman nyata dalam merancang dan menggunakan LOM yang sesuai dengan karakteristik masing-masing PDBK. Guru tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga diajak mengidentifikasi tantangan di lapangan dan mencari solusi kreatif dengan memanfaatkan teknologi dan pendekatan diferensiasi dalam pembelajaran.
Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari para guru. Wakil Dekan II FIP Undiksha Dr. I Komang Sudarma, S.Pd., M.Pd. menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya prodi Teknologi Pendidikan untuk berkontribusi nyata dalam masyarakat, diharapkan pelatihan ini mampu memberikan wawasan baru bagi para guru untuk terus berinovasi dalam pembelajaran sehingga terwujud pendidikan yang inklusif.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan tercipta ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif, inklusif, dan berbasis teknologi di sekolah dasar, sebagai langkah awal menuju transformasi pendidikan yang lebih baik di masa depan. (hms FIP)




