Singaraja – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melalui tim pengabdian kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dengan menyelenggarakan Pelatihan Model Conflict Social Learning berbasis Social Imagination dan Regulasi Emosi. Program ini berlangsung mulai 30 Juli hingga 30 September 2025 bertempat di SMP Lab Undiksha, dengan peserta utama guru SMP Lab Singaraja dan guru SMPN 6 Singaraja.
Kegiatan ini digagas sebagai respons terhadap meningkatnya permasalahan sosial-emosional yang dihadapi siswa SMP di Kecamatan Buleleng, seperti stres, kecemasan, hingga kecenderungan bunuh diri. Faktor pemicu antara lain tekanan akademik, kondisi ekonomi keluarga, serta lemahnya keterampilan regulasi emosi siswa. Situasi ini semakin kompleks karena guru, sebagai pendidik utama, belum sepenuhnya memiliki keterampilan untuk menangani konflik sosial maupun memberikan pendampingan emosional secara efektif.
Untuk itu, tim pengabdian menghadirkan program pelatihan berbasis Conflict Social Learning yang dipadukan dengan pendekatan Social Imagination dan regulasi emosi. Ketua kegiatan, Ida Bagus Putra Manik Aryana, bersama anggota tim I Wayan Sujana dan I Gede Wahyu Suwela Antara, merancang rangkaian pelatihan yang dirancang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis melalui simulasi kelas, studi kasus, hingga praktik langsung.
Pelatihan ini memuat beberapa solusi strategis. Pertama, membekali guru dengan keterampilan manajemen konflik sosial dan regulasi emosi siswa melalui metode berbasis Social Imagination. Kedua, menyusun modul pembelajaran dan panduan guru yang mengintegrasikan konsep Conflict Social Learning dengan regulasi emosi sebagai alat bantu pembelajaran. Ketiga, mengembangkan program pembelajaran berbasis konflik sosial yang berfokus pada penguatan daya lenting (resiliensi) siswa agar mampu menyelesaikan konflik secara konstruktif. Keempat, melibatkan Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam pelatihan berkelanjutan untuk menciptakan sistem dukungan emosional kolektif di sekolah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh pimpinan Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha, kepala sekolah SMP Lab Singaraja, kepala SMPN 6 Singaraja, para guru peserta pelatihan, serta tim mahasiswa pendamping. Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, empatik, dan mendukung kesejahteraan psikososial siswa.
Melalui pelatihan ini, Undiksha berharap guru-guru yang terlibat dapat menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing, sehingga mampu menurunkan risiko masalah sosial-emosional pada siswa, termasuk kecenderungan bunuh diri, sekaligus memperkuat keterampilan mengajar berbasis empati dan resiliensi sosial.




