Singaraja – Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha (FIP Undiksha) kembali menorehkan kebanggaan melalui capaian prestasi salah satu mahasiswanya, I Putu Aprika Apsarendra Putra atau yang sering disapa Rendra. Mahasiswa asal Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali ini dikenal sebagai pribadi yang aktif, berprestasi, serta memiliki komitmen kuat dalam pengembangan diri di bidang pendidikan, kepemudaan, dan kebahasaan.
Sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, ia telah berhasil meraih kurang lebih 20 prestasi pada berbagai ajang, baik di tingkat daerah, nasional, maupun dalam forum-forum pengembangan kepemudaan dan kebahasaan. Capaian tersebut menunjukkan konsistensi serta semangat berprestasi yang tinggi, sekaligus mencerminkan kualitas mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dalam mengembangkan potensi akademik dan nonakademik secara seimbang.
Puncak capaian yang berhasil diraih pemuda berprestasi iniadalah berhasil meraih Harapan 2 Duta Bahasa Nasional, sebuah ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Prestasi ini menjadi pencapaian penting dalam perjalanan akademik dan pengembangan dirinya, khususnya dalam upaya penguatan peran bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, serta pembinaan sikap positif berbahasa di ruang publik.
Selain itu, pengalaman yang paling berkesan bagi mahasiswa asal Kintamani tersebut adalah ketika dipercaya menjadi Delegasi Putra Provinsi Bali dalam Forum Diskusi Pemuda Nasional Tahun 2023. Melalui forum tersebut, ia berkesempatan untuk berdiskusi dan bertukar gagasan dengan pemuda dari berbagai daerah di Indonesia, memperluas jejaring, serta memperdalam wawasan kebangsaan dan kepemudaan. Pengalaman ini dinilai memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan karakter kepemimpinan dan rasa tanggung jawab sosial.
Dalam proses meraih berbagai prestasi tersebut, mahasiswa FIP Undiksha ini tidak terlepas dari berbagai kendala. Tantangan utama yang dihadapinya adalah manajemen waktu antara kewajiban akademik dan persiapan mengikuti perlombaan, serta keterbatasan akses dan jarak tempuh dari daerah asal menuju pusat kegiatan. Kendati demikian, kendala tersebut justru menjadi sarana pembelajaran yang berharga dalam melatih kedisiplinan, konsistensi, serta ketahanan mental dalam menghadapi tuntutan perkuliahan dan kompetisi.
Untuk kedepannya, Rendra berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan, bahasa, dan budaya, khususnya di Bali dan Indonesia secara umum. Ia juga bertekad untuk menjadi agen perubahan yang mampu membawa nilai intelektual, etika, dan karakter dalam setiap ruang pengabdian yang dijalani, baik di lingkungan akademik maupun di tengah masyarakat.
Prinsip hidup juga menjadi landasan penting dalam perjalanan akademik dan pengembangan diri yang ditempuh selama masa perkuliahan. Prinsip yang dipegang oleh pemuda berusia 21 tahun ini adalah “Raih Impianmu dengan Krilangkung dan Percaya Mestakung.” Krilangkung dimaknai sebagai sikap kritis dalam melangkah serta ketekunan dalam menjalani setiap proses, sementara Mestakung diyakini sebagai keyakinan bahwa semesta akan mendukung setiap usaha yang dilakukan dengan niat baik, kerja keras, dan kejujuran. Prinsip tersebut senantiasa menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan, menghadapi tantangan, serta mengupayakan pengembangan diri secara berkelanjutan.
Capaian prestasi yang diraih mencerminkan komitmen dan konsistensi dalam mengembangkan potensi akademik dan nonakademik selama masa perkuliahan. Berbagai pengalaman tersebut tidak hanya menghasilkan penghargaan, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter, integritas, serta kepedulian terhadap kebermanfaatan di lingkungan akademik dan masyarakat luas.




