Canberra – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra menerima delapan guru bantu Bahasa Indonesia dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Selasa (10/03/2026). Para guru bantu tersebut diterima langsung oleh Siswo Pramono sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dan Republik Vanuatu. Kegiatan ini berlangsung selama hampir dua bulan, mulai dari 18 Februari hingga 12 April 2026.
Delapan guru bantu yang dikirimkan terdiri dari dua orang dosen dan enam mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FIP Undiksha. Kedua dosen tersebut adalah Dewa Ayu Novi Kusumawardani, S.Pd., M.Pd. dan Septia Rahmawati, M.Pd. Sementara itu, enam mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam program ini yakni Ni Luh Sri Ardhaniasih (PGSD), Nyoman Intan Septiarini (PGSD), Made Shania Satya Pradnyani (PGSD), Kadek Adrian Surya Indra Wirawan (PGSD), Kent Yesaya Irawan (BK), serta Nikita Kezia Febsdela (TP).
Dalam kesempatan tersebut, Dubes RI menyampaikan bahwa program guru bantu Bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia. Selain mengajarkan Bahasa Indonesia, para guru bantu juga diharapkan dapat memperkenalkan berbagai kekayaan budaya Indonesia kepada para siswa di Australia. Pengenalan tersebut meliputi ragam kuliner tradisional, permainan rakyat, hingga pengenalan satwa khas Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari diplomasi budaya yang bertujuan memperluas pemahaman masyarakat internasional terhadap identitas dan keragaman budaya Indonesia.
FIP Undiksha sendiri terus mendorong berbagai program internasionalisasi pendidikan sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan serta memperluas jejaring kerja sama global. Keterlibatan dalam program guru bantu Bahasa Indonesia ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Undiksha dalam mendukung promosi bahasa dan budaya Indonesia di kancah internasional. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar lintas budaya, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi, adaptasi, serta inovasi dalam pembelajaran.
.




