Singaraja – Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha mengikuti program internship dan cultural exposure di Point Cook College yang berlangsung pada 20 April hingga 21 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh Ni Made Purnama Utami (PGSD), Ni Ketut Sri Indrayanti (PGSD), Ni Made Ayu Sari Puspadana (BK), dan I Kadek Baladiva Anggarana (PGSD) sebagai bagian dari program pengalaman internasional mahasiswa. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa terlibat langsung dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang primary dan secondary serta berinteraksi dengan guru dan siswa di lingkungan sekolah Australia.
Bagi para mahasiswa, pengalaman pertama berada di lingkungan sekolah Australia menghadirkan perasaan antusias sekaligus gugup. Mereka mengaku sempat merasa takut ketika harus berbicara di depan siswa yang merupakan penutur asli bahasa Inggris, ditambah adanya perbedaan budaya yang cukup signifikan antara Indonesia dan Australia. Namun, suasana sekolah yang terbuka dan ramah membantu mereka beradaptasi secara perlahan. Para mahasiswa juga merasakan perbedaan sistem pendidikan yang cukup kontras, terutama dalam hal perhatian terhadap well-being siswa. Di Point Cook College, siswa tidak dipaksa belajar di luar batas kesiapan mereka, sementara guru diberikan fasilitas yang memadai untuk mengembangkan kreativitas dan media pembelajaran.
Selain menjalani internship, mahasiswa FIP Undiksha juga melaksanakan kegiatan cultural exposure bersama siswa year 2 melalui pengajaran Tari Janger. Para siswa tidak hanya belajar mengenal budaya Bali, tetapi juga ikut menampilkan Tari Janger bersama mahasiswa Indonesia di lingkungan sekolah. Penampilan tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme, menciptakan suasana hangat antara siswa Australia dan mahasiswa Indonesia. Kegiatan ini menjadi salah satu momen paling berkesan karena menghadirkan pertukaran budaya yang interaktif dan menyenangkan.
Selama mengikuti program, para mahasiswa juga menghadapi tantangan dalam hal manajemen waktu dan penyesuaian budaya kerja. Ketepatan waktu menjadi hal yang sangat dijunjung tinggi di lingkungan sekolah Australia, termasuk dalam proses pembelajaran dan komunikasi profesional. Dari pengalaman tersebut, mahasiswa belajar untuk lebih disiplin, terbuka terhadap keberagaman, serta mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang dinamis. Mereka juga menyadari bahwa proses pembelajaran dapat dikemas secara sederhana namun tetap bermakna dan efektif bagi siswa.
Melalui program internship dan cultural exposure ini, mahasiswa memperoleh banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang diharapkan dapat menjadi bekal sebagai calon pendidik di masa depan. Program ini tidak hanya memperluas wawasan pendidikan internasional, tetapi juga mempererat hubungan budaya dan pendidikan antara Indonesia dan Australia. Para mahasiswa pun berharap pengalaman ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk berani mencoba kesempatan internasional dan mengembangkan diri di lingkungan global.




