Singaraja – Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha mengikuti program internship di Pascoe Vale Primary School yang berlangsung pada 20 April hingga 20 Mei 2026. Program ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari sistem pendidikan di Australia sekaligus memperkenalkan budaya Bali melalui kegiatan Balinese Cultural Exposure. Kegiatan tersebut melibatkan I Kadek Yoga Pranata (PGSD), Wayan Ari Widnyani (PGSD), Made Widi Indrawan (TP), dan Ni Luh Surya Adnyani (PGSD).
Selama menjalani internship, para mahasiswa merasakan suasana sekolah yang hangat, terbuka, dan berpusat pada siswa. Mereka melihat bagaimana siswa di Pascoe Vale Primary School tampil percaya diri, aktif bertanya, serta nyaman berinteraksi dengan guru di lingkungan belajar. Para mahasiswa juga mempelajari bagaimana sistem pendidikan di Australia sangat menekankan student wellbeing, inclusivity, dan active learning. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, kreativitas, komunikasi, hingga kenyamanan emosional siswa selama proses belajar berlangsung.
Dalam kegiatan Balinese Cultural Exposure yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2026, mahasiswa menampilkan Tari Galang Bulan yang diiringi pembacaan geguritan di hadapan guru, staf, dan siswa Pascoe Vale Primary School. Penampilan tersebut menjelaskan makna dan filosofi tari dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta. Selain pertunjukan tari, kegiatan juga diisi dengan penayangan video permainan tradisional Bali Magoak-goakan serta proyek kolaborasi siswa Pascoe Vale Primary School yang menunjukkan terjalinnya pertukaran budaya dan kreativitas antara Indonesia dan Australia.
Di balik pengalaman tersebut, mahasiswa juga menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan lingkungan internasional, terutama dalam memahami Australian accent dan budaya belajar yang lebih fleksibel serta interaktif dibandingkan dengan di Indonesia. Namun, pengalaman tersebut justru membantu mereka menjadi lebih percaya diri dalam berkomunikasi dan lebih terbuka terhadap berbagai pendekatan pembelajaran. Selain itu, pengalaman mendampingi siswa berkebutuhan khusus memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya empati, pendekatan individual, dan penciptaan lingkungan belajar yang inklusif bagi setiap siswa.
Melalui program internship ini, mahasiswa memperoleh banyak pelajaran berharga yang ingin diterapkan dalam dunia pendidikan di Indonesia, khususnya dalam membangun classroom culture yang aman, suportif, dan student-centered. Program ini juga memperluas cara pandang mahasiswa terhadap pendidikan global serta memperkuat kesiapan mereka sebagai calon pendidik di masa depan. Ke depan, para mahasiswa berharap kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Australia dapat terus berkembang melalui program pertukaran, kolaborasi pembelajaran, serta pengembangan kompetensi mahasiswa dan tenaga pendidik.




