Singaraja — Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri kreatif berbasis kearifan lokal melalui pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Program Inovasi Seni Nusantara bertajuk “Parametrika Batik Buleleng: Generator Simetri Motif dan Paket Branding untuk Penenun Lokal Desa Pacung.” Kegiatan yang dilaksanakan pada 16 Juli 2026 ini diketuai oleh Dr. I Kadek Suartama, S.Pd., M.Pd. bersama tim yang terdiri atas Prof. Dr. I Komang Sudarma, S.Pd., M.Pd., Dr. Ni Nyoman Yulianthini, S.E., M.M., dan Ni Luh Sustiawati. Program ini menjadi salah satu upaya FIP Undiksha dalam mendorong transformasi inovasi seni dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi desain dan penguatan identitas produk lokal.
Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan kelompok penenun Surya Indigo Hand Weaving di Desa Pacung melalui penerapan toolkit produksi inovatif bernama “Parametrika Batik”. Toolkit tersebut terdiri atas generator pola parametrik, stensil untuk rapid prototyping (purwarupa cepat), serta paket branding yang dirancang untuk mendukung proses pengembangan produk. Melalui inovasi ini, mitra diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses desain hingga produksi, memperkaya variasi motif tenun yang dihasilkan, serta membangun identitas merek yang lebih profesional sehingga mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk secara berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan co-creation design, yaitu proses kolaboratif antara tim pengabdian dan mitra dalam merancang, mengembangkan, hingga menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Sebanyak 10 orang anggota kelompok penenun Surya Indigo Hand Weaving terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari proses perancangan motif, penggunaan toolkit inovatif, hingga penguatan strategi branding produk. Pendekatan partisipatif ini memberikan ruang bagi mitra untuk berkontribusi secara langsung dalam pengembangan inovasi sehingga hasil yang diperoleh tidak hanya bersifat aplikatif, tetapi juga sesuai dengan karakteristik budaya lokal dan kebutuhan pasar.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, FIP Undiksha berharap inovasi “Parametrika Batik Buleleng” mampu menjadi solusi kreatif dalam mendukung pelestarian seni tenun lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan para perajin melalui penguatan inovasi produk dan strategi pemasaran. Program ini juga menjadi wujud nyata implementasi tridarma perguruan tinggi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang berdampak langsung bagi masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku industri kreatif dalam melestarikan warisan budaya Nusantara di tengah perkembangan ekonomi kreatif yang semakin kompetitif.





