Singaraja – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui program bertajuk “Pelatihan Pembelajaran Design Thinking Berbasis Konstruktif Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Inovasi Pembelajaran dan Toleransi Stres pada Guru di Desa Candikuning”, menjadi salah satu implementasi skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Pelatihan yang dilaksanakan di SD Negeri 4 Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali ini berangkat dari persoalan nyata yang dialami guru di wilayah tersebut. Hasil observasi menunjukkan pemahaman guru terhadap pembelajaran berbasis design thinking masih sangat rendah, hanya sekitar 5% guru yang mengenalnya. Nilai kearifan lokal seperti gotong royong dan Tri Hita Karana belum sepenuhnya terintegrasi, sehingga pembelajaran kurang kontekstual dengan kehidupan siswa.
Di sisi lain, tantangan kesejahteraan guru juga cukup serius. Data lapangan memperlihatkan lebih dari 60% guru mengalami tingkat stres sedang hingga berat akibat tingginya beban kerja serta minimnya pelatihan pengelolaan stres. Padahal, Desa Candikuning memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pembelajaran berbasis kearifan lokal.
Menjawab kebutuhan tersebut, program pengabdian ini dirancang dengan dua tujuan utama. Pertama, meningkatkan keterampilan guru dalam menerapkan metode design thinking berbasis konstruktif dan kearifan lokal di sekolah dasar. Kedua, membekali guru dengan strategi mengelola toleransi stres agar lebih siap menghadapi dinamika kerja sehari-hari.
Secara konseptual, design thinking adalah pendekatan kreatif berpusat pada manusia yang menekankan empati, kolaborasi, dan eksperimen untuk menemukan solusi aplikatif. Dalam pendidikan, metode ini membantu guru merancang pembelajaran kontekstual, adaptif, serta mendorong siswa berpikir kritis dan solutif.
Dalam kegiatan pembukaan Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum Prof. Dr. I Komang Sudarma, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi pembelajaran yang adaptif, solutif, dan kontekstual dengan karakteristik lokal. Ia berharap kegiatan ini mampu menghadirkan wawasan baru bagi guru sekaligus memperkuat peran sekolah dasar di era transformasi pendidikan modern.
Kegiatan ini diikuti oleh 21 guru dari SD Negeri 4 Candikuning dan SD Negeri 2 Candikuning. Para guru mengapresiasi pendekatan design thinking yang diperkenalkan karena dinilai mampu memicu kreativitas, menghadirkan solusi nyata dalam pembelajaran, sekaligus menjadi bekal praktis untuk mengelola stres.
Kegiatan ini selaras dengan Asta Cita dalam memperkuat pembangunan SDM, pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, serta peran pemuda dan penyandang disabilitas. Program ini juga mendukung pencapaian SDGs, khususnya Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta Pendidikan Berkualitas, sehingga berkontribusi pada pembangunan nasional dan global.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bagaimana Undiksha melalui FIP bersinergi dengan DPPM, Ditjen Risbang, dan Kemdiktisaintek untuk menghadirkan transformasi pendidikan berbasis riset, kearifan lokal, dan pemberdayaan masyarakat. Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini mencerminkan semangat kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang bermakna, berkelanjutan, serta berpihak pada guru dan siswa.





