Singaraja — Pameran Karya Inovasi Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha Tahun 2025 memasuki hari kedua sekaligus hari penutupan pada Jumat, 19 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dan diwarnai oleh berbagai rangkaian acara yang edukatif, inspiratif, serta sarat nilai inovasi.
Rangkaian kegiatan hari kedua diawali dengan seminar yang dibawakan oleh mahasiswa FIP Undiksha peserta Internship Student Batch 6 dengan mengangkat tema “Student Placement and Cultural Exchange.” Dalam seminar tersebut, para mahasiswa membagikan pengalaman mengikuti program magang internasional, mulai dari proses seleksi, adaptasi budaya, hingga aktivitas profesional di lingkungan kerja luar negeri.
Salah satu pemateri menyampaikan bahwa program internship internasional memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan diri mahasiswa. “Melalui program magang internasional, kami belajar tidak hanya tentang dunia kerja, tetapi juga bagaimana beradaptasi dengan budaya baru, meningkatkan komunikasi lintas budaya, serta membangun kepercayaan diri,” ujarnya. Seminar ini memberikan gambaran komprehensif mengenai manfaat internship sebagai sarana pengembangan keterampilan, perluasan wawasan global, serta kesiapan menghadapi dunia kerja.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari lembaga magang asal Taiwan yang memberikan informasi terkait peluang magang internasional bagi mahasiswa. Sesi ini diikuti oleh mahasiswa IKI dari Program Studi PGSD, PGPAUD, Bimbingan dan Konseling, serta Teknologi Pendidikan. Narasumber memaparkan berbagai program magang yang ditawarkan, meliputi persyaratan administrasi, sistem kerja, serta manfaat yang dapat diperoleh mahasiswa selama mengikuti program.
Perwakilan lembaga magang menyampaikan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah internasional. “Kami membuka kesempatan bagi mahasiswa FIP Undiksha untuk belajar dan bekerja secara profesional di Taiwan dengan dukungan akademik dan fasilitas yang memadai. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi global mahasiswa,” jelasnya.
Pada sesi berikutnya, digelar Dharma Wacana Mahasiswa dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. I Wayan Santyasa, M.Si. yang membawakan tema “Pernikahan Dini dalam Perspektif Hindu: Menjaga Masa Brahmacari untuk Masa Depan.” Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya masa brahmacari sebagai fase pendidikan, pembentukan karakter, dan pendewasaan diri.
“Masa brahmacari merupakan masa yang sangat penting untuk mempersiapkan diri, baik secara intelektual, moral, maupun spiritual, sehingga mahasiswa mampu merencanakan masa depan dengan lebih matang dan bertanggung jawab,” tuturnya. Dharma wacana ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk menyeimbangkan pencapaian akademik dengan penguatan karakter dan nilai-nilai kehidupan.
Rangkaian kegiatan Pameran Karya Inovasi Mahasiswa FIP Undiksha Tahun 2025 kemudian ditutup secara resmi oleh Wakil Dekan II FIP Undiksha, Prof. Dr. I Komang Sudarma, S.Pd., M.Pd. Penutupan kegiatan dirangkaikan dengan pengumuman serta pemberian penghargaan media pembelajaran terbaik yang meliputi kategori media terinovatif, media konkret terfavorit, dan media digital terfavorit.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya agar karya mahasiswa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. “Media pembelajaran ini jangan hanya berhenti sebagai tugas perkuliahan, tetapi harus memiliki nilai guna dan nilai jual sehingga dapat dimanfaatkan secara luas serta membuka peluang kewirausahaan bagi mahasiswa,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Pameran Karya Inovasi Mahasiswa FIP Undiksha diharapkan terus menjadi wadah pengembangan kreativitas, inovasi, dan kolaborasi mahasiswa dalam menciptakan media pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.





