Singaraja – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada 12 Desember 2025 sebagai bagian dari penelitian “Pengembangan Model Konseling Paramitha dalam Membangun Resiliensi dan Social Emotional Skill Generasi Alpha”. Kegiatan berlangsung lancar dan diikuti 23 guru sekolah dasar dari berbagai daerah di Buleleng.
Ketua peneliti, Dr. Luh Putu Sri Lestari, dalam laporannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran para guru dan menjelaskan pentingnya kontribusi mereka dalam mengembangkan model konseling yang sesuai kebutuhan siswa generasi Alpha. “Anak-anak generasi Alpha memiliki karakter mandiri namun cenderung individualis dan mudah frustrasi. Masukan dari Bapak Ibu sangat penting agar model ini aplikatif di SD,” ujarnya.
FGD dibuka oleh Ketua Gugus Inovasi FIP Undiksha, Dr. Kt. Sedana Arta, yang menegaskan bahwa penelitian FIP diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di dunia pendidikan. Ia menyebutkan bahwa generasi Alpha sangat lekat dengan teknologi sehingga memunculkan tantangan pada aspek psikologis dan sosial emosional.
Dalam pemaparannya, Dr. Sri Lestari menjelaskan bahwa model konseling yang dikembangkan mengintegrasikan nilai Catur Paramitha yaitu Maitri (kasih sayang), Karuna (empati), Mudita (kebahagiaan tulus), dan Upeksa (ketenangan dan pengelolaan emosi). Nilai-nilai ini dipilih sebagai kearifan lokal yang dapat membantu membentuk karakter positif siswa.
Sesi diskusi menampilkan beragam pengalaman guru. Putu Tirta Yanti dari SDN 1 Banjar Tegal menyampaikan bahwa siswa mampu bekerja sama, namun sering mengalami kecanggungan berpasangan dengan lawan jenis karena takut diejek. Guru lain melaporkan adanya diskriminasi oleh siswa yang merasa “berkuasa”, serta tantangan menumbuhkan empati di kelas. Praktik baik seperti memberikan teladan, mengapresiasi prestasi siswa, hingga menghadirkan alumni untuk memotivasi juga dibagikan.
Tim peneliti menilai bahwa seluruh masukan guru sangat relevan dengan tantangan generasi Alpha saat ini, terutama dalam hal resiliensi, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, dan pengelolaan emosi.
Di akhir kegiatan, para peneliti menyampaikan harapan agar model Konseling Paramita yang tengah dikembangkan dapat menjadi solusi nyata bagi sekolah dasar dalam memperkuat karakter siswa. Penelitian ini diharapkan mampu membantu anak-anak generasi Alpha memahami proses belajar, tidak mudah menyerah ketika gagal, mampu bersosialisasi dengan lebih sehat, dan tumbuh sebagai pribadi yang empatik serta tangguh.
Model ini direncanakan terus dikembangkan hingga 2027–2028, dengan harapan dapat diterapkan lebih luas di sekolah – sekolah dan menjadi kontribusi FIP Undiksha dalam menciptakan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan zaman.









