SINGARAJA – Dalam upaya mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha (FIP Undiksha) menggelar kegiatan edukasi pengelolaan sampah bagi pemuda Karang Taruna Desa Panji. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (11/9/2026) di TPS 3R Bhuana Utama Berseri ini bertujuan mendorong pemuda desa agar mampu mengubah persoalan sampah menjadi peluang ekonomi bernilai tambah.
Program ini merupakan bagian dari pengabdian Living Lab Desa Adat Panji bertajuk “Transformasi Pengelolaan Sampah Menuju Desa Berkelanjutan melalui Ekonomi Sirkular dan Inovasi Saintek”.
Selama kegiatan, para anggota Karang Taruna dibekali pemahaman praktis mengenai pemilahan sampah plastik, pengoperasian mesin pencacah dan pemanas (oven/press), hingga teknik pencetakan material menjadi produk berdaya jual. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan rantai ekonomi baru yang dikelola langsung oleh generasi muda di tingkat desa.
Ketua Pelaksana Program sekaligus Akademisi FIP Undiksha, I Nyoman Laba Jayanta, menegaskan pentingnya peran Karang Taruna sebagai agen perubahan (agent of change) di lingkungan masyarakat. Menurutnya, pendekatan sains dan ekonomi sirkular mampu mengubah persepsi bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan bahan baku industri kreatif.
“Kami mendorong keterlibatan Karang Taruna agar mereka tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu mengoperasikan model bisnis berbasis pengolahan sampah. Melalui inovasi sains dan kreativitas, material bekas dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi yang membuka peluang kewirausahaan sosial bagi pemuda,” terangnya.
Penanggung jawab TPS 3R Bhuana Utama Berseri, Mess, menyambut hangat kolaborasi ini. Ia menilai pendampingan dari tim akademisi FIP Undiksha memberikan dorongan kapasitas dan strategi baru bagi keberlanjutan TPS 3R di Desa Panji.
“Kehadiran pemuda Karang Taruna membawa energi positif dalam pengelolaan sampah desa. Dengan adanya nilai ekonomi dari proses pemilahan hingga pengolahan produk, masyarakat dan generasi muda akan semakin termotivasi untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membangun usaha desa,” ungkap Mess.
Melalui keberlanjutan program Living Lab ini, FIP Undiksha berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat Desa Panji dalam menciptakan ekosistem desa mandiri, berwawasan lingkungan, dan berdaya secara ekonomi.




