SINGARAJA – Tim pengabdian Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha (FIP Undiksha) menggelar forum diskusi dan koordinasi bersama pemangku kepentingan (stakeholders) Desa Adat Panji pada Rabu (24/06/2026). Pertemuan ini bertujuan melakukan identifikasi kondisi awal pengelolaan sampah di Desa Panji sebagai langkah krusial dalam menyusun baseline Program Bestari.
Kegiatan yang dihadiri oleh tim akademisi, pihak mitra, pengurus TPS 3R Bhuana Utama Berseri, serta tokoh masyarakat dan pemuda desa ini difokuskan untuk menggali gambaran mendalam terkait permasalahan riil di lapangan, kebutuhan data teknis, kondisi operasional TPS 3R, hingga konteks sosial-budaya masyarakat setempat.
Melalui pendekatan partisipatif, diskusi ini menjadi fondasi penting agar pemetaan masalah pengelolaan sampah dapat dilakukan secara terukur dan relevan dengan karakteristik lokal Desa Panji.
Ketua Pelaksana Program, I Nyoman Laba Jayanta, menjelaskan bahwa penyusunan data awal (baseline) yang komprehensif sangat menentukan ketepatan strategi intervensi program di tahap selanjutnya.
“Penyusunan baseline yang kuat tidak bisa dilakukan hanya dari sudut pandang akademisi, tetapi harus berdasar pada realitas di lapangan. Lewat identifikasi bersama ini, kita memetakan kondisi teknis TPS 3R sekaligus memahami aspek sosial-budaya masyarakat Desa Panji. Harapannya, program intervensi yang dirancang nantinya benar-benar menjawab kebutuhan dan dapat diterima secara berkelanjutan oleh warga,” terangnya.
Pihak pengelola TPS 3R Bhuana Utama Berseri beserta perwakilan Desa Adat Panji turut memberikan masukan mendalam mengenai tantangan operasional harian, mulai dari pola pemilahan di tingkat rumah tangga hingga potensi adat dalam mendukung kebiasaan hidup bersih.
Melalui identifikasi kondisi awal dan penjajakan baseline ini, FIP Undiksha bersama seluruh stakeholders berkomitmen merumuskan langkah taktis yang terarah demi mendorong terwujudnya pengelolaan sampah mandiri berbasis ekonomi sirkular dan inovasi sains di Desa Panji.




