Taiwan — Kegiatan Cultural Exhibition bertema “The Art of Balance: Tri Hita Karana” sukses diselenggarakan pada 30 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi wadah pengenalan kekayaan budaya Indonesia kepada civitas akademika lintas internasional, khususnya di lingkungan Tamkang University, Taiwan.
Cultural Exhibition ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya Indonesia yang sarat makna filosofis kepada sivitas akademika internasional, sekaligus mempererat hubungan kerja sama internasional antara mahasiswa Indonesia dengan civitas akademika Tamkang University melalui pendekatan budaya yang inklusif dan edukatif.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan, jajaran dosen dan akademisi kampus, serta mahasiswa Tamkang University. Rangkaian acara dibuka secara resmi oleh Profesor Chunta Cui, dilanjutkan dengan sambutan dan speech dari Dean College of Education Tamkang University, Professor Kho-Hua Chen. Selanjutnya disampaikan welcoming remarks serta sambutan dari mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) yang terlibat dalam kegiatan ini.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai konsep dan tema kegiatan Cultural Exhibition, yang menekankan filosofi Tri Hita Karana sebagai keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam. Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Kembang Girang sebagai pembuka rangkaian pameran budaya Bali.
Dalam pameran ini, pengunjung mendapatkan penjelasan rinci mengenai berbagai unsur kebudayaan yang ditampilkan, antara lain batik dan endek, gelang tridatu, gelungan joged harmoni, kepet Bali, serta aksara Bali. Selain itu, diperkenalkan pula tradisi Subak, filosofi menanam pohon kelapa di sejengkal tanah Bali, serta Punyan Tenget Mekan Poleng sebagai representasi budaya dan tradisi Bali yang memberikan dampak ekologis serta menjaga keseimbangan ekosistem.
Pameran ini juga mengangkat fenomena budaya kontemporer Indonesia melalui tren “berkain” yang sedang eksis di kalangan generasi muda. Salah satu daya tarik lainnya adalah lukisan dinding hitam yang menampilkan kolaborasi visual kebudayaan Bali dan Taiwan, sebagai simbol harmonisasi budaya lintas negara.
Tidak hanya pameran, kegiatan ini juga diisi dengan eksplorasi permainan aksara Bali yang interaktif, serta ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan undangan.
Dalam kesan dan pesannya, Professor Kho-Hua Chen menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. “Pameran ini sangat baik dan menarik, serta penampilan tarian yang menghibur. Saya juga sangat tertarik dengan aksara Bali yang kalian tampilkan,” ungkapnya.
Melalui Cultural Exhibition ini, diharapkan terjalin pemahaman lintas budaya yang lebih mendalam serta penguatan hubungan kerja sama internasional antara mahasiswa Indonesia dan Tamkang University.(HUMAS FIP)




