Singaraja, 25 Maret 2025 – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Dua mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, Putu Restu Hardita (21) dan Kadek Adrian Surya Indra Wirawan (20), berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Esai Nasional Harlah Ekis yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat. Kompetisi bergengsi ini berlangsung dari 26 Februari hingga 22 Maret 2025 dan diikuti oleh berbagai universitas ternama di Indonesia.
Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Restu dan Adrian hanya memiliki waktu satu minggu untuk mempersiapkan esai dan presentasi mereka. Dengan banyaknya pesaing dari universitas unggulan seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Politeknik Keuangan Negara STAN, mereka sempat merasa kurang percaya diri. Namun, prinsip untuk selalu melakukan yang terbaik menjadi pegangan mereka dalam menghadapi tantangan ini. “Persiapannya cukup singkat, hanya satu minggu termasuk latihan presentasi. Awalnya kami merasa tidak percaya diri karena banyak universitas ternama yang ikut serta. Namun, kami tetap berpegang teguh pada prinsip: lakukan dulu yang terbaik, hasilnya belakangan,” ungkap Restu. Sementara itu, Adrian mengaku sempat merasa terbebani karena harus berkompetisi bersama Restu, yang sudah memiliki banyak pengalaman di dunia akademik dan prestasi. “Jujur, saya merasa cukup terbebani karena Restu adalah Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Undiksha, sementara saya belum memiliki banyak pengalaman di bidang karya tulis ilmiah. Namun, ini menjadi tantangan sekaligus pembuktian bagi saya bahwa saya juga bisa,” ujarnya.
Ketika pengumuman pemenang tiba, mereka tidak menyangka bisa meraih Juara 1. Restu awalnya hanya menargetkan masuk tiga besar, namun hasil akhir justru memberikan kejutan yang lebih besar. “Saya hanya menargetkan posisi tiga besar. Bisa meraih Juara 1 adalah bonus atas usaha maksimal yang telah kami lakukan,” kata Restu dengan bangga. Adrian pun mengungkapkan bahwa dirinya sejak awal sudah percaya diri akan masuk tiga besar, terutama karena berkolaborasi dengan Restu. “Saya yakin bisa masuk tiga besar. Hingga H-1 presentasi, kami masih latihan sampai larut malam karena persiapan presentasi hanya tersisa beberapa jam. Tapi akhirnya, usaha keras itu membuahkan hasil terbaik,” tambahnya.
Bagi Restu, kemenangan ini merupakan bagian dari persiapan masa depannya. “Saya tidak ingin lulus tanpa pencapaian. Karena itu, saya terus aktif mengikuti perlombaan untuk menambah pengalaman dan prestasi sebagai modal ke depan,” katanya. Sementara Adrian mengungkapkan bahwa impian untuk mengikuti lomba bersama akhirnya terwujud setelah sekian lama. “Dari dulu kami ingin ikut lomba bersama, akhirnya baru bisa terealisasi sekarang. Selain menambah portofolio dan pengalaman, ini juga akan menjadi cerita yang membanggakan di masa depan,” ujarnya.
Yang lebih spesial bagi Restu, adalah karena ini kali pertama ia bisa mengalahkan Universitas – Universitas ternama yang sebelumnya selalu menjadi tantangan berat baginya. “Akhirnya saya bisa mengalahkan UGM, STAN, dan beberapa universitas ternama lainnya. Sebelumnya, saya sering bertemu mereka dalam kompetisi dan kalah. Kali ini, saya berhasil menang dan itu membuat kemenangan ini semakin spesial,” ucapnya dengan penuh semangat. Bagi Adrian, kemenangan ini bukan hanya soal mengalahkan universitas lain, tetapi juga mengalahkan ketakutannya sendiri. “Saya berhasil mengalahkan rasa takut untuk mencoba hal baru. Biasanya, kalau kalah, saya bisa sangat terpuruk. Tapi kali ini berbeda. Ini seperti wish list yang akhirnya tercapai,” ujarnya.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan kolaborasi yang solid bisa membawa hasil luar biasa. Dengan prestasi ini, mereka juga membuktikan bahwa mahasiswa Undiksha mampu bersaing di kancah nasional dan mengharumkan nama almamater di tingkat yang lebih tinggi.




