Singaraja – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) terus menghadirkan inovasi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata. Salah satunya diwujudkan melalui program bertajuk “Teknik Mindfulness untuk Peningkatan Kesejahteraan Psikologis dan Regulasi Emosi Guru SD di Gugus 2 Kecamatan Buleleng” yang berlangsung pada 14–20 Agustus 2025.
Program ini berangkat dari kondisi guru SD yang kerap menghadapi tekanan dari berbagai tuntutan pekerjaan dalam waktu terbatas. Interaksi intens dengan siswa, orang tua, maupun rekan sejawat juga kerap memicu konflik yang berpengaruh pada kesejahteraan emosional. Beban tanggung jawab yang berlapis membuat guru rentan mengalami stres dan kelelahan emosional. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif untuk menjaga ketenangan diri sekaligus kesehatan psikologis.
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Dr. Putu Ari Dharmayanti, S.Pd., M.Pd. menegaskan urgensi kegiatan ini sebagai upaya membantu guru mengenali dan mengendalikan emosi negatif seperti frustrasi, marah, atau stres yang sering muncul saat menghadapi situasi menantang di kelas. “Dengan kemampuan mengatur emosi yang lebih baik, guru dapat merespons siswa dengan sikap lebih sabar dan empatik, sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif dan positif,” ungkapnya.
Materi kegiatan disampaikan oleh dua narasumber utama, yaitu Dr. Luh Putu Sri Lestari, S.Pd., M.Pd. yang membawakan materi tentang teknik Mindfulness untuk peningkatan kesejahteraan psikologis, serta Septia Rahmawati, M.Pd. yang fokus pada penerapan Mindfulness untuk regulasi emosi.
Respon peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Banyak guru mengakui bahwa selama ini mereka sering merasa kewalahan dan kesulitan mengendalikan emosi di tengah dinamika pembelajaran. Pendekatan Mindfulness dianggap sangat relevan karena memberi cara praktis untuk lebih tenang, fokus, dan sabar dalam menghadapi tantangan di kelas.
Respon positif tersebut menjadi bukti bahwa para guru semakin menyadari pentingnya pengelolaan emosi dan kesehatan psikologis dalam menunjang kinerja sebagai pendidik. Diharapkan dengan kemampuan mengatur emosi yang lebih baik, guru dapat merespons siswa dengan sikap yang lebih sabar dan empatik, menciptakan suasana belajar yang kondusif dan positif. Dengan semangat baru, mereka berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas diri sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih baik bagi siswa melalui praktik Mindfulness. (Hms FIP)




