Singaraja — Riset tidak berhenti pada temuan di ruang akademik. Ketika hasil penelitian mampu diterjemahkan menjadi inovasi dan menjadi dasar pengambilan kebijakan, riset dapat memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat. Semangat inilah yang menjadi landasan pembahasan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melalui kolaborasi riset Program BESTARI SAINTEK (Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi) dan SINERGI (Skema Hilirisasi Riset Berbasis Transfer Teknologi Terintegrasi).
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng dan dihadiri oleh Dekan FIP Undiksha beserta Wakil Dekan II dan Wakil Dekan III. Dari Pemerintah Kabupaten Buleleng, hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng, serta jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng.. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam mempertemukan kekuatan akademik FIP Undiksha dengan kebutuhan pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan riset dan inovasi yang relevan dengan persoalan serta potensi yang dimiliki Kabupaten Buleleng.
Melalui Program BESTARI SAINTEK dan SINERGI, kerja sama dirancang untuk membangun ekosistem riset yang tidak berhenti pada tahap menghasilkan pengetahuan. Hasil riset diharapkan dapat melalui proses pemanfaatan dan hilirisasi sehingga mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan pemerintah daerah. Dengan demikian, perguruan tinggi dan pemerintah dapat bersama-sama membangun jembatan antara pengetahuan, inovasi, kebijakan, dan kebutuhan masyarakat.
Dari sisi pemerintah daerah, kerja sama ini menjadi peluang untuk memperkuat perumusan kebijakan yang didukung oleh data dan hasil penelitian. Sementara bagi FIP Undiksha, keterlibatan langsung dalam kebutuhan pembangunan daerah membuka ruang bagi dosen dan sivitas akademika untuk menghasilkan riset yang lebih kontekstual, aplikatif, dan memiliki dampak sosial.
Pembahasan PKS antara FIP Undiksha dan Pemerintah Kabupaten Buleleng menjadi bagian dari upaya membangun pola kolaborasi yang berkelanjutan antara dunia akademik dan pemerintahan. Ke depan, kerja sama melalui BESTARI SAINTEK dan SINERGI diharapkan mampu melahirkan berbagai kajian dan inovasi yang dapat mendukung penyelesaian persoalan daerah sekaligus memperkuat daya saing Kabupaten Buleleng. Lebih dari sekadar sebuah perjanjian kerja sama, langkah ini menegaskan bahwa pembangunan membutuhkan pengetahuan yang kuat, data yang dapat dipertanggungjawabkan, serta inovasi yang mampu diterapkan. Ketika perguruan tinggi dan pemerintah berjalan dalam satu ekosistem, riset memiliki kesempatan lebih besar untuk keluar dari ruang akademik dan hadir sebagai solusi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.




