Singaraja – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Model Pembelajaran Generatif Transformatif Berkonteks Socio Scientific Issues untuk Meningkatkan Kemampuan Argumentasi dan Preferensi Linguistik-Spatial”. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di Ruang Seminar FIP B Undiksha ini dihadiri oleh Dekan FIP Undiksha, tim peneliti, serta para guru dari jenjang SMP, SMA, dan SMK. Tim peneliti yang menggagas kegiatan ini terdiri atas Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd., Dr. Ni Putu Kusuma Widiastuti, M.Pd., I Luh Meiyana Ariss Susanti, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Made Dharma Susena Suyasa, S.S., M.Hum.
Dalam sambutannya, Dekan FIP Undiksha menegaskan pentingnya inovasi dalam pembelajaran yang mampu menyesuaikan dengan karakteristik generasi masa kini. Ia menyampaikan bahwa generasi muda saat ini banyak belajar bahasa melalui berbagai media seperti game, namun kemampuan argumentatif mereka masih tergolong rendah. Melalui penelitian ini, diharapkan lahir strategi pembelajaran yang dapat melatih kemampuan berargumentasi dan berbicara di depan umum, khususnya bagi siswa di Bali.
FGD ini berfokus pada pembahasan rendahnya kemampuan argumentasi serta preferensi linguistik-spasial siswa di sekolah. Tim peneliti mengidentifikasi adanya permasalahan linguistik dan non-linguistik yang perlu diatasi melalui pendekatan pembelajaran generatif transformatif berbasis socioscientific issues. Kegiatan ini mencakup tiga tahapan utama, yakni melakukan triangulasi data hasil survei terhadap 258 responden, mengidentifikasi persepsi guru mengenai relevansi socioscientific issues dalam pembelajaran, serta menelaah persepsi guru terkait dukungan sekolah dan peran motivasi terhadap kemampuan argumentasi serta preferensi linguistik-spasial siswa.
Melalui kegiatan ini, FIP Undiksha berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kemampuan berpikir kritis, tetapi juga memperkuat kecakapan berbahasa dan kemampuan berargumentasi siswa sebagai bekal menghadapi tantangan di era digital.





