FIP Undiksha Gelar FGD Pengembangan Model Harmony Leadership Based Learning untuk Tingkatkan Tanggung Jawab dan Ketahanan Siswa

  Publish 1 Oktober 2025       Humas FIP 

Singaraja – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Analisis Kebutuhan dengan mengusung tema “Model Harmony Leadership Based Learning (HLBL) untuk Meningkatkan Responsibility, Risk Management & Stress Resistance ditinjau dari Spiritual Identity Siswa”. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis FIP Undiksha dalam mendukung pengembangan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa sekolah dasar di era modern.

FGD ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan yang bertujuan merancang, mengimplementasikan, serta menguji efektivitas model Harmony Leadership Based Learning (HLBL). Model ini dirancang untuk memperkuat tiga aspek penting dalam diri siswa, yaitu tanggung jawab (responsibility), kemampuan mengelola risiko (risk management), serta ketahanan menghadapi stres (stress resistance), dengan tetap berpijak pada identitas spiritual siswa. Sasaran penelitian difokuskan pada siswa kelas VI sekolah dasar di Bali yang tengah berada pada fase penting dalam pembentukan karakter, sikap, dan kesiapan menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

Penelitian ini diketuai oleh Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., dengan anggota tim Putu Adi Krisna Juniarta, S.Pd., M.Pd., dan Septia Rahmawati, M.Pd. Kehadiran tim peneliti yang berkompeten ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan teori dan praktik pendidikan dasar, khususnya dalam membangun model pembelajaran yang berorientasi pada kepemimpinan harmonis berbasis spiritualitas.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FIP Undiksha dan mendapatkan sambutan positif dari para peserta yang terdiri atas kepala sekolah serta guru-guru sekolah dasar di Kabupaten Buleleng. Dalam kesempatan tersebut, para peserta juga memberikan masukan dan pengalaman terkait tantangan nyata di lapangan, khususnya dalam menumbuhkan tanggung jawab dan ketahanan siswa dalam proses pembelajaran. Diskusi yang berlangsung interaktif ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan dalam menemukan formula terbaik untuk implementasi model HLBL di sekolah dasar.

Melalui kegiatan ini, FIP Undiksha menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, keterampilan sosial, dan identitas spiritual siswa. Model Harmony Leadership Based Learning diharapkan dapat menjadi salah satu terobosan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar, sekaligus mendukung visi Undiksha sebagai universitas unggul, berdaya saing, dan berlandaskan kearifan lokal.

Kategori: 

Kata Kunci: 

    Publikasi Terkait: 

    30 Juli 2026

    FIP Undiksha Dukung Inovasi Industri Kreatif melalui Program “Parametrika Batik Buleleng” bagi Penenun Lokal Desa Pacung

    Singaraja — Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri kreatif berbasis kearifan […]
    30 Juli 2026

    FIP Undiksha Dampingi Guru SD Perkuat Konsep Matematika melalui Pembelajaran Berbasis Citizen Science

    Singaraja — Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai wujud komitmen dalam […]
    30 Juli 2026

    FIP Undiksha Hadirkan “Senam Senang Hati” untuk Perkuat Ketahanan Mental dan Regulasi Emosi Siswa Sekolah Dasar

    Singaraja — Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pelaksanaan […]
    30 Juli 2026

    Membangun Karakter Lewat Budaya Lokal: FIP Undiksha Implementasikan Pembelajaran Berbasis Asta Brata di SDN 1 Astina

    Singaraja — Globalisasi dan perubahan sosial yang memengaruhi perilaku generasi muda, sekolah menghadapi tantangan besar untuk tidak hanya mencetak peserta […]