Singaraja – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Membangun Generasi Emas untuk Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan di Bali” di Gedung Balingkang Confucius Institute, Undiksha. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, serta mahasiswa di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 13 Oktober 2025 dan bertempat di Gedung Balingkang Confucius Institute, Universitas Pendidikan Ganesha.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Undiksha, Prof. Dr. Gede Rasben Dantes, S.T., M.T.I. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Undiksha sebagai lembaga pendidikan keguruan memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul secara akademik sekaligus berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan budaya dan alam Bali.

“Pariwisata adalah comparative advantage yang dianugerahkan Tuhan kepada Bali. Karena itu, pengembangannya harus berlandaskan nilai-nilai budaya, bukan semata pada kepentingan komersial,” ujar Prof. Rasben.
Beliau juga menyoroti pentingnya peran pendidikan dalam melahirkan sumber daya manusia yang mampu menjaga dan mengembangkan potensi lokal melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Lebih lanjut, Prof. Rasben memaparkan sejumlah inisiatif Undiksha dalam mendukung pariwisata berkelanjutan, seperti program One Village, One Product serta pengembangan desa binaan di Desa Les dan Desa Penuktukan yang berfokus pada pelestarian terumbu karang dan pengembangan desa wisata.
Selain itu, Undiksha juga terus memperkuat jejaring internasional melalui kerja sama dengan berbagai universitas dan industri, termasuk Mount Town University (Kanada), University of Melbourne, serta sejumlah mitra di Tiongkok dan Laos. Kolaborasi ini diwujudkan antara lain melalui pendirian Desa Bali sebagai pusat promosi budaya dan edukasi.
Sebagai narasumber utama, Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ermawati, menyampaikan materi bertema “Pariwisata Berkelanjutan dan Peran Generasi Muda”. Dalam paparannya, beliau membahas berbagai aspek strategis, meliputi kinerja pariwisata Indonesia, target pembangunan pariwisata 2025, Blueprint Pariwisata Berkualitas di Bali, tantangan SDM pariwisata, serta peran penting perguruan tinggi dalam menjawab isu keberlanjutan.

Menurutnya, generasi muda memiliki posisi vital dalam menentukan arah masa depan pariwisata Indonesia. “Generasi emas bukan hanya mereka yang cerdas dan terampil, tetapi juga mereka yang mampu menjaga bumi, menghormati budaya, dan menebar manfaat bagi sesama. Dari Bali, kita mulai langkah kecil untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan bagi dunia,” pesan Bu Wamen menutup sesi kuliah umum.

Melalui kegiatan ini, FIP Undiksha berkomitmen untuk terus mendukung terwujudnya pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan, guna mencetak generasi emas yang berdaya saing global sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai kearifan lokal Bali.






