Singaraja – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Konten Etnosains dalam Pembelajaran IPA SD untuk Meningkatkan Literasi Budaya dan Well-Being di Gugus I Kecamatan Buleleng. Kegiatan ini bertempat di SDN 2 Kalibukbuk dan diikuti oleh guru-guru sekolah dasar di wilayah Gugus I Kecamatan Buleleng.
Rangkaian acara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, laporan dari Tim Pelaksana, sambutan Korwil Kecamatan Buleleng yang diwakili oleh pengawas sekolah, serta pembukaan resmi oleh Dekan FIP Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. I Wayan Widiana menekankan urgensi kegiatan ini sebagai upaya memperkuat literasi budaya sekaligus meningkatkan well-being siswa, terutama generasi alpha yang rawan kehilangan keterikatan dengan budaya lokal. “Etnosains diharapkan membuat pembelajaran IPA menjadi lebih bermakna, kontekstual, dan membentuk generasi yang cerdas sekaligus bangga terhadap budayanya,” ujarnya.
Setelah pembukaan, sesi sosialisasi dibawakan oleh ketua pelaksana, Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd., dengan materi “Etnosains dalam Pendekatan Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar”. Ia memaparkan pentingnya integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPA, sehingga siswa tidak hanya menguasai konsep sains modern, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan budaya dan lingkungan sekitar.
Berdasarkan hasil diskusi, sebagian guru peserta baru mengenal konsep etnosains dan selama ini masih menggunakan metode konvensional yang belum memanfaatkan potensi kearifan lokal. Materi pelatihan menegaskan bahwa etnosains mampu menjembatani pengetahuan awal siswa yang bersumber dari budaya dengan konsep-konsep sains modern. Pendekatan ini mendorong pembelajaran yang kontekstual, menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya, membangun pemahaman mandiri, serta melatih refleksi diri dan regulasi diri siswa.
Antusiasme peserta terlihat dari respons positif terhadap gagasan penerapan etnosains. Mereka menilai pendekatan ini dapat menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan bermakna, sekaligus berkontribusi pada peningkatan literasi budaya dan well-being siswa.
Kegiatan ini diketuai oleh Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Dr. Ni Putu Kusuma Widiastuti, M.Pd., dan Dr. I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd. Hadir pula Ketua Gugus I Kecamatan Buleleng, Korwil Kecamatan Buleleng yang diwakili pengawas sekolah, guru-guru SD di Gugus I, tim pengabdian kepada masyarakat, serta mahasiswa pembantu lapangan.
Melalui kegiatan ini, FIP Undiksha menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal yang relevan dengan perkembangan zaman, sehingga lahir generasi yang unggul secara akademik sekaligus berkarakter dan berbudaya.




