Singaraja, 17 Februari 2026 – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menorehkan langkah strategis dalam penguatan internasionalisasi dengan melepas delapan guru bantu Bahasa Indonesia untuk penugasan di Canberra, Australia. Pelepasan yang berlangsung di ruang rapat program studi FIP ini menjadi momentum penting komitmen fakultas dalam mendorong mahasiswa dan dosen tampil kompetitif di kancah global.
Delapan peserta yang diberangkatkan terdiri atas enam mahasiswa dan dua dosen. Enam mahasiswa tersebut berasal dari Program Studi PGSD sebanyak empat orang, Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) satu orang, serta Program Studi Teknologi Pendidikan (TP) satu orang. Mereka akan melaksanakan tugas mulai 18 Februari hingga 12 April 2026.
Dekan FIP Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd., dalam arahannya menegaskan bahwa capaian ini merupakan pembuktian kualitas mahasiswa FIP di tingkat internasional. “Ini adalah momen yang sangat membahagiakan. Mahasiswa kita terbukti sangat kompetitif, mereka mampu bersaing dan menunjukkan kualitas terbaiknya,” ujarnya di hadapan jajaran pimpinan fakultas dan program studi.
Ia menjelaskan, pengiriman mahasiswa ke Australia bukanlah hal baru. Sejak 2023, FIP Undiksha secara konsisten mengirim mahasiswa dalam program asisten guru, observasi sekolah, hingga pengabdian internasional. Namun, keterlibatan resmi dalam skema guru bantu KBRI menjadi penguatan posisi Undiksha dalam jejaring pendidikan internasional.
Menurutnya, Australia saat ini kembali menggeliat dalam pengajaran Bahasa Indonesia. Sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA mulai menghidupkan kembali mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai bagian dari pendidikan multikultural. “Mahasiswa tidak hanya mengajar Bahasa Indonesia, tetapi juga membawa identitas budaya Indonesia. Ini adalah pertukaran bahasa dan budaya,” tegasnya.
Selama bertugas, para guru bantu akan difasilitasi tempat tinggal di Wisma KBRI serta dukungan transportasi dan keamanan. Dekan FIP juga menyampaikan harapannya agar kerja sama ini tidak berhenti pada Term I, melainkan berlanjut ke term berikutnya dan diperluas ke negara lain. Ia bahkan menargetkan FIP Undiksha mampu mengirim hingga 100 mahasiswa untuk berkompetisi di luar negeri dalam berbagai program internasional.
Kegiatan pelepasan ini turut dihadiri Wakil Dekan I, II, dan III, Ketua dan Sekretaris Jurusan, Koordinator Program Studi PGSD, BK, dan TP, serta dosen dan mahasiswa FIP Undiksha yang menjadi guru bantu di Australia. (hms)





