Mangupura – Kegiatan ASEAN Education Deans Summit (AEDS) 2026 sukses diselenggarakan pada 5–8 April 2026 di Harris Hotel Seminyak. Forum internasional ini menjadi ajang strategis bagi para pimpinan fakultas pendidikan di kawasan Asia untuk memperkuat kolaborasi, berbagi praktik terbaik, serta merumuskan arah kebijakan pendidikan masa depan di tingkat regional.
Summit ini diinisiasi oleh Malaysian Education Deans Council bekerja sama dengan Faculty of Educational Studies Universiti Putra Malaysia. Dalam pelaksanaannya, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha tampil sebagai Strategic Partner sekaligus Co-Organizer yang memegang peran kunci dalam keseluruhan rangkaian kegiatan. Keterlibatan FIP Undiksha tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga substantif dalam merancang agenda, mengoordinasikan kolaborasi antar peserta, serta memastikan kualitas diskusi akademik selama summit berlangsung. Peran strategis tersebut semakin terlihat dari kehadiran langsung Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha bersama Wakil Dekan serta para pimpinan jurusan dan program studi di lingkungan FIP Undiksha.
Sebanyak 54 peserta yang terdiri atas dekan, wakil dekan, serta akademisi pendidikan turut ambil bagian dalam forum ini. Mereka berasal dari 26 perguruan tinggi terkemuka dari empat negara, yakni Indonesia, Malaysia, China, dan Singapura. Keberagaman latar belakang institusi dan negara tersebut menciptakan ruang diskusi yang dinamis, terbuka, dan kaya akan perspektif lintas budaya.
Dalam pelaksanaannya, AEDS 2026 mengangkat sejumlah tema strategis yang relevan dengan perkembangan pendidikan global, yaitu Educational Leadership, Governance, Policy Alignment & Regional Diplomacy; ASEAN Academic Mobility & Joint Credential Alliance; ASEAN Research & Innovation Partnership Network; Digital, AI & Smart University Collaborative Ecosystem; ASEAN Student & Educator Wellbeing Network; serta Sustainable Universities & Community Impact Alliance. Berbagai tema tersebut menjadi landasan diskusi untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di kawasan ASEAN.
Tidak hanya menjadi forum diskusi, kegiatan ini juga menghasilkan langkah konkret berupa penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha dengan para dekan fakultas pendidikan dari berbagai perguruan tinggi di kawasan ASEAN. Penandatanganan MoU yang dilaksanakan di Bali ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama internasional, khususnya dalam bidang mobilitas akademik, kolaborasi penelitian, serta program pertukaran dosen dan mahasiswa.
Melalui penyelenggaraan AEDS 2026, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha semakin menegaskan perannya sebagai motor penggerak kolaborasi regional. Diharapkan, kontribusi strategis ini mampu memperkuat jejaring kerja sama antar institusi pendidikan di kawasan ASEAN dan mitra internasional, sekaligus melahirkan berbagai inisiatif kolaboratif yang inovatif dan berkelanjutan guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan di tingkat global. (hms)




