Singaraja – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha menggelar acara Gelar Budaya Tahun 2025 yang berlangsung meriah di lapangan sepak bola kampus tengah Undiksha. Acara ini bertujuan untuk memperkuat keterampilan sosial dan emosional mahasiswa dengan mengintegrasikan unsur budaya Bali dalam pembelajaran.
Wakil Dekan III FIP Undiksha Dr. Putu Aditya Antara, S.Pd., M.Pd., secara resmi membuka acara sekaligus menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Gelar Budaya Tahun 2025 bukan sekadar perayaan tradisi, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa serta menjalin interaksi antar sesama teman. “Semua orang adalah guru, dan semua tempat adalah sekolah, jadikan semua tempat itu sebagai tempat belajar,” ujar beliau, mengajak mahasiswa untuk selalu berpikir terbuka dan menjadikan setiap lingkungan sebagai ruang untuk menimba ilmu serta mengembangkan wawasan.
Dalam wawancara lebih lanjut, Wakil Dekan III menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi pembelajaran abad ke-21 yang mengutamakan empat keterampilan utama, yaitu critical thinking, collaboration, communication, and creativity (4C). “Anak-anak akan secara otomatis tanpa diinstruksikan belajar berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kreatif, dan berpikir kritis. Saya berharap kegiatan ini dapat dilakukan setiap semester, bahkan melibatkan budaya lain dari berbagai daerah di Nusantara,” ujarnya.
Koordinator Lapangan (Korlap) I Nyoman Sugita Rupiana, S.Sn. Gelar Budaya menambahkan bahwa persiapan acara ini memerlukan waktu yang cukup lama, dengan berbagai diskusi dan penyesuaian konsep hingga akhirnya diputuskan untuk mengangkat permainan tradisional Megoak-goakan. “Permainan ini memiliki filosofi mendalam tentang kepemimpinan, kebersamaan, disiplin, dan bagaimana seorang pemimpin harus mendengarkan suara dari bawah, yaitu rakyat,” jelasnya. Filosofi ini diambil dari ajaran Anglurah Panji Sakti, seorang tokoh bersejarah dalam budaya Bali.
Acara ini juga menjadi bagian dari penyambutan semester genap bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Melalui berbagai kegiatan budaya, mahasiswa diberikan pengalaman langsung dalam memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai budaya Bali yang dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Dekan II dan III FIP Undiksha, Ketua Jurusan Pendas, Sekretaris Jurusan Pendas, Koorprodi PGPAUD, Koorprodi PGSD, serta para dosen di lingkungan FIP Undiksha. Kehadiran para akademisi ini menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan gelar budaya yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga nilai-nilai edukatif yang bermanfaat bagi mahasiswa.
Dengan adanya Gelar Budaya Tahun 2025, FIP kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya akademik, tetapi juga berbasis kearifan lokal. Diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan semakin memperkuat rasa cinta mahasiswa terhadap budaya serta membangun karakter mereka sebagai pendidik yang memiliki wawasan budaya luas.









