Singaraja – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melalui partisipasi dalam program International Students Placement Goes to Pasco Vale Primary School, Victoria, Melbourne, Australia. Kegiatan yang berlangsung pada 8–30 November 2025 ini diikuti oleh mahasiswa FIP Undiksha atas nama Kadek Adrian Surya Indra Wirawan (PGSD), Ni Luh Gede Krisna Dewi (PGSD), Ketut Seri Sasti Dewiyani (PGSD), dan I Putu Aprika Apsarendra Putra (PGSD).
Program ini menjadi ruang pembelajaran dan kolaborasi internasional yang memberikan pengalaman akademik serta kesempatan memperkenalkan budaya Indonesia kepada komunitas pendidikan global. Rangkaian kegiatan diawali pada 9 November 2025 dengan kedatangan peserta di Australia dan pengenalan lingkungan serta house family. Selanjutnya, pada 10–12 November 2025, mahasiswa mengikuti welcome ceremony, orientasi, dan pengenalan lingkungan sekolah serta area sekitar Pasco Vale Primary School.
Memasuki 13–28 November 2025, seluruh delegasi melaksanakan kegiatan observasi kelas sesuai topik dan jobdesk masing-masing. Mereka mengamati langsung proses pembelajaran, komunikasi guru dan siswa, serta manajemen sekolah sebagai bagian dari studi praktik pendidikan internasional. Rangkaian kegiatan budaya dilanjutkan pada 29 November 2025 melalui perayaan Hari Kuningan dan sembahyang bersama di KJRI Melbourne, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia pada 30 November 2025.
Salah satu momen yang mendapat apresiasi besar adalah performance Jayaprana dan Layonsariyang dipentaskan pada 19 November 2025. Pertunjukan tersebut menampilkan perpaduan seni tari Bali dan narasi cerita rakyat, dan disaksikan oleh seluruh siswa, guru, serta staf Pasco Vale Primary School. Penampilan yang memukau tersebut menjadi wujud kontribusi mahasiswa Undiksha dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di forum internasional.
Program ini memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa, terutama dalam student mobility dan pemahaman mendalam tentang sistem pendidikan Australia. Melalui observasi langsung, peserta memperoleh wawasan mengenai kesiapan guru sebelum mengajar, atmosfer belajar di kelas, serta manajemen sekolah yang profesional. Pembelajaran berdiferensiasi sangat ditekankan dan didukung oleh keberadaan aid teacher di setiap kelas untuk mendampingi siswa yang memerlukan perhatian khusus. Selain itu, pemanfaatan teknologi pembelajaran dilakukan secara optimal melalui penggunaan device pribadi dan integrasi sistem Microsoft One Note, yang memungkinkan dokumentasi pembelajaran secara menyeluruh.
Para mahasiswa berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal untuk mempersiapkan diri sebagai calon pendidik yang kompeten dan profesional. Mereka juga berkomitmen untuk mengadopsi praktik baik yang diperoleh di Australia sebagai inspirasi pengembangan pendidikan di Indonesia. Program ini menjadi bukti nyata komitmen FIP Undiksha dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui jejaring internasional.




