Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan ini bertajuk “Merajut Interaksi Komunikasi Kolaboratif Anak Disabilitas Melalui Aktivitas Ngigel Berbasis E-Kamus dan Audiobook Gerak Dasar Tari Bali di SLBN 1 Badung” ini dibuka oleh Ni Nyoman Suwastarini, S.T., M.Pd, selaku kepala sekolah SLB Negeri 1 Badung.
PKM ini dipimpin oleh Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung, M.Pd.selaku ketua tim, bersamaanggota tim yaituProf. Dr. Maria Goreti Rini Kristiantari, M.Pd.danDr. Didith Pamunditya Ambara, S.Psi., M.A.. Kegiatan dilaksanakan selama lima bulan, mulai bulan Juli hingga Desember 2025, yang terbagi atas tahap pelatihan dan evaluasi (Juli–September) serta tahap keberlanjutan program (Oktober–Desember).
Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan interaksi komunikasi kolaboratif anak-anak disabilitas melalui pendekatan kreatif. Aktivitas ngigel (menari) dipadukan dengan pemanfaatan e-kamusdanaudiobook yang berisi gerak dasar tari Bali sebagai media inovatif. Kehadiran media ini diharapkan mampu memfasilitasi siswa agar lebih aktif dalam berkomunikasi, berkolaborasi, sekaligus memperkuat rasa percaya diri mereka dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan dan edukatif.
Kegiatan ini disambut antusias oleh seluruh pihak di SLB Negeri 1 Badung. Tercatat sebanyak 29 guru dan 18 staf/pegawai turut hadir dalam acara pembukaan, memberikan dukungan penuh terhadap program yang digagas oleh tim dosen FIP Undiksha. Para guru berharap pendampingan ini dapat menjadi sarana baru dalam membantu siswa disabilitas untuk belajar sekaligus berekspresi melalui seni tari.
Dalam kesempatan tersebut, tim dosen menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penguasaan gerak tari, melainkan juga pada penguatan kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama. Dengan memadukan unsur budaya lokal Bali melalui tari, serta teknologi modern berupa e-kamus dan audiobook, anak-anak disabilitas di SLBN 1 Badung diharapkan dapat merasakan pengalaman belajar yang lebih inklusif dan bermakna.
Melalui kegiatan ini, FIP Undiksha menegaskan peran aktifnya dalam mendukung pendidikan bagi semua kalangan, termasuk anak-anak disabilitas. Inovasi ini juga menjadi bentuk nyata kolaborasi antara dunia akademik, sekolah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi kreatif yang berlandaskan budaya lokal sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi.




