Buleleng, 2025 — Tim Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa BEM Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Undiksha melaksanakan serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Julah, Kecamatan Tejakula, sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi wisata budaya berbasis kearifan lokal. Kegiatan yang berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2025 ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perangkat desa, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan audiensi bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng pada Selasa (6/8/2025) di Kantor Dinas Pariwisata. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi dan koordinasi antara tim pelaksana dengan pihak pemerintah daerah terkait rencana pengembangan wisata budaya di Desa Julah. Dinas Pariwisata menyambut baik inisiatif mahasiswa Undiksha tersebut dan memberikan arahan strategis terkait penguatan regulasi, peningkatan pelayanan wisata, serta pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan.
Selanjutnya, pada Senin (26/8/2025), tim melaksanakan kegiatan Pembukaan dan Sosialisasi Potensi Wisata Budaya Julah di Kantor Kepala Desa Julah. Acara ini dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen pendamping, aparat desa, Pokdarwis, pelaku UMKM, serta perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Buleleng. Dalam kegiatan ini, tim pelaksana memaparkan potensi wisata budaya yang dimiliki Desa Julah, meliputi tradisi, kesenian, kerajinan tenun, hingga kuliner lokal. Diskusi berjalan interaktif, dan di akhir kegiatan disepakati pembentukan tim koordinasi lintas pihak untuk mengawal pengembangan desa wisata secara berkelanjutan.
Fokus kegiatan PPK Ormawa BEM FIP Undiksha tidak hanya pada aspek kelembagaan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan pendidikan karakter generasi muda. Hal ini diwujudkan melalui program Little Tour Guide di SD Negeri 1 Julah yang dilaksanakan pada 16, 19, dan 24 September 2025. Program ini diikuti oleh siswa kelas V dan VI dengan tujuan menumbuhkan kemampuan dasar berbahasa Inggris sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal. Dengan metode pembelajaran interaktif berbasis permainan dan role play, siswa dilatih untuk memperkenalkan tradisi, tempat wisata, dan budaya khas Desa Julah menggunakan kalimat sederhana. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menumbuhkan generasi muda yang komunikatif, percaya diri, dan bangga terhadap daerah asalnya.
Sebagai bentuk apresiasi dan refleksi terhadap hasil program, tim pelaksana menggelar Expo PPK Ormawa pada Senin (29/9/2025) di Lapangan Desa Julah. Kegiatan ini menampilkan berbagai hasil capaian, seperti inovasi teknologi, produk pembelajaran, dan dokumentasi kegiatan yang dikemas dalam tampilan multimedia. Masyarakat desa, aparat pemerintah, dan mitra kerja berpartisipasi aktif dengan mengunjungi setiap stan serta memberikan masukan untuk pengembangan program ke depan. Expo ini juga menjadi sarana memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun desa yang berdaya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pada Sabtu (4/10/2025) dilaksanakan Pelatihan English Corner bagi anggota Pokdarwis Desa Julah yang bertempat di Ruang Perpustakaan SD Negeri 1 Julah. Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan dasar bahasa Inggris agar anggota Pokdarwis mampu memperkenalkan potensi wisata Desa Julah kepada wisatawan, terutama dalam konteks cultural tourism. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan interaktif, di mana peserta berlatih melalui percakapan sederhana, diskusi, dan simulasi situasi wisata. Kegiatan ini menjadi awal pembentukan komunitas belajar berkelanjutan bagi para pelaku wisata di Desa Julah.
Melalui serangkaian kegiatan tersebut, PPK Ormawa BEM FIP Undiksha berhasil membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan Desa Julah sebagai destinasi wisata budaya yang berdaya saing dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian nilai-nilai lokal sebagai kekuatan utama dalam pembangunan desa.
Harapannya, kolaborasi ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi pengembangan desa-desa lain di Kabupaten Buleleng, sejalan dengan semangat Mahasiswa Berkarya, Masyarakat Berdaya.







