Tingkatkan Literasi Budaya! FIP Undiksha Kembangkan Media Interaktif AR untuk Siswa Sekolah Dasar!

  Publish 5 Oktober 2025       Humas FIP 

Singaraja, 3 Oktober 2025 — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan inovasi pendidikan berbasis kearifan lokal. Melalui kegiatan Pelatihan Pengembangan Media Interaktif Berbasis Augmented Reality (AR) dalam Pengenalan Budaya Bali untuk Siswa Sekolah Dasar, tim FIP Undiksha berupaya memperkuat literasi budaya sejak dini sekaligus menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna.

Kegiatan yang diselenggarakan di Gugus II Kecamatan Buleleng ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berakar pada nilai-nilai lokal, terutama dalam pelestarian aksara, bahasa, dan sastra Bali. Dengan memadukan teknologi Augmented Reality (AR) dan muatan budaya daerah, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya Bali di kalangan generasi muda.

Program ini diketuai oleh Dr. Drs. I Ketut Supir, M.Hum., yang menjelaskan bahwa literasi baca tulis Bahasa Bali merupakan pondasi penting dalam menjaga eksistensi bahasa daerah di tengah arus globalisasi. Menurutnya, guru memiliki peran strategis sebagai fasilitator, penggerak, sekaligus teladan dalam mengembangkan budaya literasi di sekolah.

Kegiatan pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan II FIP Undiksha, Prof. Dr. I Komang Sudarma, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap program pengabdian ini dan menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi dan kearifan lokal. Beliau berharap melalui pelatihan ini, guru diharapkan mampu mengembangkan media pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan kontekstual sehingga literasi Bahasa Bali harus terus hidup di tengah perkembangan teknologi,

Para peserta, yang terdiri dari guru-guru di Gugus II Kecamatan Buleleng, terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Mereka mendapatkan pendampingan langsung dalam pembuatan media interaktif berbasis AR yang memuat konten budaya Bali, seperti pengenalan aksara Bali, simbol-simbol budaya, serta cerita rakyat yang mengandung nilai moral dan karakter lokal.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap lahir inovasi pembelajaran yang mampu memperkaya pengalaman belajar siswa serta memperkuat identitas budaya sejak dini. Ke depan, FIP Undiksha berencana memperluas jangkauan program serupa ke gugus sekolah lainnya agar lebih banyak guru dapat berpartisipasi dan berkontribusi dalam upaya pelestarian budaya melalui inovasi digital. Dengan demikian, pendidikan berbasis budaya tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar hidup dan relevan dalam praktik pembelajaran di sekolah dasar. (Hms FIP)

Kategori: 

Kata Kunci: 

    Publikasi Terkait: 

    30 Juli 2026

    FIP Undiksha Dukung Inovasi Industri Kreatif melalui Program “Parametrika Batik Buleleng” bagi Penenun Lokal Desa Pacung

    Singaraja — Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri kreatif berbasis kearifan […]
    30 Juli 2026

    FIP Undiksha Dampingi Guru SD Perkuat Konsep Matematika melalui Pembelajaran Berbasis Citizen Science

    Singaraja — Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai wujud komitmen dalam […]
    30 Juli 2026

    FIP Undiksha Hadirkan “Senam Senang Hati” untuk Perkuat Ketahanan Mental dan Regulasi Emosi Siswa Sekolah Dasar

    Singaraja — Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pelaksanaan […]
    30 Juli 2026

    Membangun Karakter Lewat Budaya Lokal: FIP Undiksha Implementasikan Pembelajaran Berbasis Asta Brata di SDN 1 Astina

    Singaraja — Globalisasi dan perubahan sosial yang memengaruhi perilaku generasi muda, sekolah menghadapi tantangan besar untuk tidak hanya mencetak peserta […]