Singaraja – Menjawab tantangan era digital, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) hadir sebagai motor penggerak perubahan dalam dunia pendidikan khususnya di era digital. Komitmen untuk terus berinovasi diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar pada Sabtu, 2 Agustus 2025 di SDN 4 Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Kegiatan pengabdian yang mengusung tema “Pelatihan Pembelajaran Berbasis Unplugged Coding untuk Complex Problem Solving dan Literasi Digital di Sekolah Dasar”, diketuai oleh Ni Luh Putu Agetania, M.Pd. salah satu Dosen FIP Undiksha.
Pelatihan ini memperkenalkan konsep unplugged coding, yaitu pendekatan pembelajaran komputasi tanpa menggunakan perangkat digital. Dengan memanfaatkan media sederhana seperti kartu perintah, papan petak, hingga aktivitas fisik berbasis cerita, para guru diajak memahami cara melatih siswa untuk berpikir logis, menyusun algoritma, serta memecahkan masalah secara sistematis.
Pendekatan unplugged ini dinilai sangat tepat diterapkan di jenjang sekolah dasar, terutama di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap perangkat teknologi. Meskipun tanpa komputer, siswa tetap dapat mengembangkan keterampilan berpikir komputasional yang menjadi bagian penting dari kecakapan abad ke-21.
“Unplugged coding adalah jembatan bagi siswa SD untuk memasuki dunia berpikir komputasional tanpa perlu ketergantungan pada teknologi. Ini sangat relevan untuk sekolah-sekolah yang masih minim akses perangkat, tapi ingin membekali anak-anak dengan kompetensi masa depan,” jelas Ni Luh Putu Agetania, salah satu narasumber dalam kegiatan pelatihan ini.
Selain meningkatkan kemampuan complex problem solving, pelatihan ini juga menekankan pentingnya literasi digital secara menyeluruh. Literasi digital yang dimaksud tidak hanya terbatas pada kemampuan menggunakan perangkat atau aplikasi, tetapi juga mencakup pemahaman konsep dasar komputasi, etika digital, serta pengembangan cara berpikir kritis dan sistematis.
Salah seorang guru peserta pelatihan mengungkapkan pengalamannya, “Kami jadi lebih percaya diri untuk mencoba hal-hal baru. Ternyata, tanpa komputer pun siswa bisa belajar dasar-dasar pemrograman sambil bermain. Ini sangat cocok dan menyenangkan bagi anak-anak SD,” ungkapnya penuh semangat.
Melalui kegiatan ini, guru tidak hanya diperkenalkan pada konsep dan teori, tetapi juga diberi kesempatan untuk mencoba langsung berbagai aktivitas unplugged yang menyenangkan dan mudah diadaptasi dalam konteks pembelajaran sehari-hari. (hms FIP)




