Singaraja – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melaksanakan Kick Off Program Titik Kumpul Sains dan Teknologi melalui kegiatan Balinese Ethnomath Project (BEP): Eksplorasi Pola Matematis Asta Kosala Kosali untuk Simulasi Digital Tata Ruang Rumah Bali di SMA Negeri 2 Singaraja. Program ini menjadi langkah awal kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadirkan pengalaman riset bagi siswa dengan memadukan matematika, kearifan lokal Bali, dan teknologi digital.
Kegiatan dihadiri oleh tim peneliti yang diketuai I Nyoman Laba Jayanta, S.Pd., M.Pd., bersamaMade Vina Arie Paramita, S.Pd., M.Pd., Dr. I Putu Pasek Suryawan, S.Pd., M.Pd., dan Rohmatullah, S.Pd., M.Pd.Dari SMA Negeri 2 Singaraja, turut hadir Kepala SMA Negeri 2 Singaraja Dr. I Made Bawa Mulana, S.Pd., M.Pd., koordinator ekstrakurikuler, guru matematika, serta guru pendamping Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).
Dalam kesempatan tersebut, Dr. I Made Bawa Mulana, S.Pd., M.Pd. menyambut baik pelaksanaan BEP dan menyampaikan dukungan sekolah terhadap kolaborasi yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan pengalaman serta potensi akademiknya. Kehadiran program ini juga diharapkan dapat memperkuat kegiatan KIR sekaligus mendorong terbentuknya budaya ilmiah di lingkungan sekolah.
Melalui BEP, siswa akan berperan sebagai peneliti muda yang mengeksplorasi pola matematis dalam konsep Asta Kosala Kosali, khususnya yang berkaitan dengan tata ruang dan arsitektur rumah tradisional Bali. Hasil eksplorasi tersebut kemudian diarahkan menjadi representasi digital sebagai bagian dari proses penelitian. Pendekatan ini memberikan pengalaman kepada siswa untuk tidak hanya mempelajari konsep matematika, tetapi juga mengamati bagaimana pengetahuan lokal dapat dikaji melalui perspektif sains dan teknologi.
Program BEP sekaligus membuka ruang pemanfaatan teknologi digital untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan merepresentasikan pengetahuan lokal Bali. Dengan demikian, budaya tidak hanya ditempatkan sebagai warisan yang dipelajari, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan yang dapat dieksplorasi melalui matematika, sains, dan inovasi teknologi.
Bagi SMA Negeri 2 Singaraja, kolaborasi ini menjadi peluang untuk memperkaya pengalaman penelitian siswa dan mendukung pengembangan potensi akademik melalui kegiatan KIR. Sementara bagi FIP Undiksha, BEP menjadi bentuk kolaborasi nyata dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, berbasis riset, serta relevan dengan perkembangan teknologi. Melalui kolaborasi perguruan tinggi, guru, dan siswa, Balinese Ethnomath Project diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki pengalaman riset, kemampuan berpikir ilmiah, serta kepedulian terhadap kearifan lokal. Budaya sebagai Sumber Pengetahuan, Teknologi sebagai Ruang Inovasi.




