Singaraja — Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menunjukkan eskistensinya dalam melaksanakan pengabdian pada masyarakat. Kali ini pengabdian yang dilaksanakan bertaajuk “Pusaka: Penguatan Usaha Seni Lukisan Kaca Nagasepaha sebagai Produk Unggulan Desa”, yang diketuai Prof. Dr. I Gde Wawan Sudatha, S.Pd., S.T., M.Pd. Kegiatan yang bertempat di Nagasepaha, Kecamatan Buleleng menekankan pada penguatan kerajinan seni lukisan kaca yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.
Undiversitas Pendidikan Ganesha juga turut menggandeng Universitas PGRI Mahadewa Indonesia untuk melaksanakan program ini. Pelestarian dan pengembangannya saat ini dilakukan oleh dua mitra utama, yaitu Galeri Lukisan Kaca I Ketut Santosa selaku Mitra 1 dan UMKM Wayang Kaca Nagasepaha selaku Mitra 2. Kedua mitra memproduksi karya dengan teknik reverse glass painting dan menghadapi beberapa permasalahan utama pada aspek produksi, manajemen, dan pemasaran.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. I Gde Wawan Sudatha, S.Pd., S.T., M.Pd., dan dihadiri oleh Perbekel Desa Nagasepaha, Bapak I Wayan Sumeken, S.Sos., tim pengabdian dari Undiksha dan Mahadewa, serta dua mitra utama yakni Galeri Lukisan Kaca I Ketut Santosa dan UMKM Wayang Kaca Nagasepaha.
Dalam sambutannya, Bapak I Wayan Sumeken menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa seni lukisan kaca merupakan ikon kebanggaan Desa Nagasepaha yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO. “Kami berharap program ini dapat meningkatkan keterampilan para pelaku seni serta pendapatan masyarakat desa,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Wawan menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat usaha seni lukisan kaca melalui peningkatan kualitas produk, efisiensi manajemen, serta perluasan pasar digital, tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional yang melekat pada karya para perajin. “Kami ingin membantu para mitra menghadapi tantangan produksi dan pemasaran, sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal,” tambahnya.
Salah satu agenda utama kegiatan ini adalah Pelatihan Pencatatan Keuangan Digital yang dipandu oleh Ni Wayan Widi Astuti, S.Pd., M.Pd.. Pada sesi ini, para peserta diajarkan cara menggunakan Microsoft Excel untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha secara lebih rapi dan profesional. Pelatihan ini mendapat sambutan positif karena selama ini para perajin belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang tertata.
Program pengabdian ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan dengan fokus pada pemberdayaan mitra usaha produk unggulan daerah, dan didukung oleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun 2025.
Melalui kegiatan Pusaka ini, diharapkan perajin lukisan kaca Nagasepaha mampu meningkatkan profesionalitas dalam mengelola usaha, memperluas jaringan pasar berbasis digital, serta menjaga keberlanjutan seni lukisan kaca sebagai warisan budaya yang bernilai estetika sekaligus berdampak ekonomi bagi masyarakat desa. (Hms FIP)





