Singaraja – Upaya peningkatan mutu pendidikan dasar di Kabupaten Buleleng terus dilakukan melalui berbagai inovasi. Salah satunya diwujudkan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) yang melaksanakan kegiatan Pendampingan Implementasi Framework Design Thinking untuk Meningkatkan Kreativitas Media dan Inovasi dalam Pembelajaran Bahasa Inggris SD di Gugus 5 Buleleng.
Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Prof. Dr. I G. A. Lokita Purnamika Utami, S.Pd., M.Pd., dan I Made Hendra Sukmayasa, M.Pd., ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Kampung Bugis, dan dibuka secara resmi oleh Dr. I Komang Sudarma, S.Pd., M.Pd. Program pengabdian ini didukung pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Undiksha melalui skema Pengabdian Tahun 2025, sesuai surat kontrak turunan nomor 1912/UN48.16/PM/2025.
Pendampingan ini menyasar guru-guru sekolah dasar di Gugus 5 Buleleng, yang meliputi SDN 1 Kampung Anyar, SDN 1 Kaliuntu, SDN 3 Kaliuntu, SDN 4 Kaliuntu, SDN 3 Kampung Anyar, dan SDN 1 Kampung Bugis. Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak September 2025 dengan koordinasi internal, survei lapangan, dan identifikasi kebutuhan guru.
Pada tahap berikutnya, dilakukan sosialisasi framework Design Thinking serta pretest untuk memetakan kemampuan awal peserta. Para guru kemudian dilatih membuat media pembelajaran digital menggunakan aplikasi seperti Canva, Powtoon, hingga Augmented Reality Flashcards, serta diperkenalkan strategi manajemen kelas berbasis Design Thinking.
Ketua Tim, Dr. Kadek Sonia Piscayanti, menyampaikan bahwa penguasaan teknologi dan kemampuan berinovasi sangat dibutuhkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris di era digital. “Guru perlu dibekali keterampilan merancang pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Pendekatan Design Thinking membuat guru lebih peka terhadap kebutuhan siswa, mampu menghasilkan ide segar, serta menciptakan media pembelajaran digital yang relevan,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya berisi pemaparan teori, tetapi juga melibatkan workshop interaktif, praktik langsung, dan coaching clinic bersama dosen serta mahasiswa Undiksha. Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, guru menjadi lebih percaya diri menggunakan media digital, mampu merancang pembelajaran adaptif, dan menciptakan suasana kelas yang interaktif.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan guru, baik dalam aspek kreativitas media maupun manajemen kelas. Guru lebih terampil memanfaatkan teknologi digital, sementara siswa menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang lebih tinggi dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
Para guru peserta menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai pelatihan yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini. “Kami merasa sangat terbantu. Media yang dulu terbatas kini bisa dikembangkan dengan teknologi digital, dan manajemen kelas kami lebih terarah dengan pendekatan Design Thinking,” ungkap salah satu guru peserta.
Melalui keberhasilan program ini, Gugus 5 Buleleng diharapkan dapat menjadi model penerapan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis inovasi yang dapat direplikasi di sekolah dasar lainnya. Selain meningkatkan kapasitas guru, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata komitmen Undiksha dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar yang kreatif, adaptif, dan berkelanjutan.








